Ding…

Sekejap memoriku kembali ke silam
saat dulu senyum itu pernah gugah hati
saat tatap itu pernah tembus nurani
ah.. itu hanya ilusi ku saja
kini sekian lama sudah ku tak pernah sua

lalu..
sekejap memoriku kembali
saat ku lihat lagi senyum itu
saat kutatap lagi mata itu
walau dalam maya dan semu
namun tetap dapat gugah aku
ah.. itu hanya rasa se-masa
sudahlah usai kan saja rasa itu jadi kenangan

ding…
dapatkah kita melupakan…
ding..
kepala ku berdenting bunyi ding itu ingatkan aku
kita gak akan bisa melupakan suatu memori
yang telah tertanam di otak kita
kecuali kita amnesia tau lupa ingatan..

ding..
kata2 itu merasuki ku
membuat satu senyum di bibirku..
ternyata..
aku masih rindu celoteh mu
semoga Allah tetap menjaga langkah mungil mu..
amien..

(memoar tuk seseorang di mana pun saat ini berada)

Leave a Reply